Makanan berminyak seperti kentang goreng, gorengan atau ayam crispy, memang nikmat. Namun, makanan tersebut dapat mengakibatkan dampak buruk bagi Kesehatan tubuh jika mengonsumsinya terlalu sering.
Ilustrasi makanan berminyak. (foto: blogspot.com)
Ahli gizi teregistrasi dari Boston, Ayla Barmmer menyebutkan bahwa ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin dialami oleh seseorang yang terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak, di antaranya:
Sistem pencernaan terganggu
Barmmer menjelaskan, jika sering konsumsi makanan berminyak, volume lemak yang banyak akan memberikan tekanan pada sistem pencernaan kita.
Di antara gizi makro, lemak adalah yang paling lambat dicerna, serta memerlukan enzim dan cairan pencernaan, seperti empedu dan asam lambung, untuk memecahnya.
Sejumlah faktor, seperti stres dan pengobatan, dapat menurunkan kadar cairan pencernaan ini sehingga banyak orang pada awalnya kekurangan. Dengan tambahan lemak, sistem pencernaan akan bekerja lebih banyak dan kondisi ini sering menyebabkan kembung, mual dan ketidaknyamanan.
Diare
Gejala ketegangan pencernaan yang paling umum dapat membuat kita jadi sering ke kamar mandi. “Makanan tidak hanya akan berdiam di perut, tapi mungkin masuk ke usus dan dicerna secara tidak memadai. Terkadang kotoran kita bisa terlihat berminyak,” jelas Barmmer.
Banyak orang juga akan mengalami diare dan sakit perut setelah banyak konsumsi makanan berminyak.
Bakteri baik usus rusak
Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa apa yang kita makan dapat mempengaruhi bakteri usus, yang juga dikenal sebagai mikrobioma. Terlalu banyak konsumsi makanan berminyak sama sekali tidak menguntungkan mikroorganisme tersebut.
“Makanan berminyak tidak mengandung lemak bergizi dan sehat seperti yang kita temukan dalam alpukat, ikan, minyak zaitun extra virgin dan bahkan mentega,” jelasnya.
Konsumsi terlalu banyak makanan olahan yang berminyak dapat mengganggu keseimbangan asam lemak tubuh, yang pada akhirnya dapat membuang segalanya mulai dari tingkat hormon hingga kekebalan tubuh.
Menyebabkan jerawat
Mungkin jerawat memang tidak langsung muncul segera setelah kita makan makanan berminyak, tetapi Barmmer menjelaskan bahwa makanan tersebut memiliki peran besar terhadap munculnya jerawat.
“Efeknya tidak langsung, tapi terjadi seiring berjalannya waktu dan sebagai akibat dari pola makan,” tuturnya.
Jerawat sebagian besar disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dan/atau ketidakseimbangan bakteri, jadi makanan berminyak dapat menyebabkan jerawat dengan cara merusak kesehatan usus.
Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes
Jika secara rutin kamu banyak mengonsumsi makanan berminyak, kemungkinan besar akan terjadi peningkatan risiko kondisi kronis, terutama penyakit jantung.
Sebuah penelitian tahun 2014 yang dilakukan para peneliti di Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan, orang yang makan gorengan 4-6 kali per minggu memiliki peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebesar 39 persen, dan risiko penyakit jantung koroner meningkat sebesar 23 persen. Sementara bagi orang yang memakannya setiap hari, persentasenya semakin tinggi.
Tentu kita tidak ingin mengalami salah satu atau lebih kondisi di atas gara-gara mengomsumsi makanan berminyak terlalu banyak. Jadi, idealnya batasi makanan berminyak mulai dari sekarang dan seimbangkan dengan makanan sehat, seperti sayur dan buah, lemak sehat, protein, hingga serat.