Di tengah carut marutnya tata kelola minyak goreng hingga mencuatnya kasus mafia migor yang ditangani Kejaksaan Agung, industrinya untung besar.
Anthony Salim
Salah satunya adalah perusahaan minyak goreng sawit milik konglomerat Anthony Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. Sepanjang kuartal I-2022, produsen migor merek kondang Bimoli itu, mengoleksi laba dan penjualan yang signifikan.
Dalam laporan keuangan emiten berkode saham SIMP tersebut, dikutip Kamis (2/6/2022), perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp297 miliar pada kuartal I-2022. Atau naik 181 persen dibandingkan perolehan kuartal I-2021 yang sebesar Rp106 miliar.
"Kenaikan laba terutama berasal dari naiknya laba usaha dan penurunan beban keuangan yang sebagian diimbangi oleh kenaikan beban pajak penghasilan," ujar manajemen SIMP.
Total penjualan Salim Ivomas pada kuartal I-2022 sebesar Rp4,04 triliun, turun 14 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Hal ini disebabkan turunnya volume penjualan produk sawit dan produk Minyak & Lemak Nabati (EOF) walaupun terdapat kenaikan harga jual rata-rata produk sawit dan produk EOF.
Secara rinci, produk EOF masih menjadi kontributor penerimaan terbesar dengan 76 persen, disusul oleh sektor perkebunan sebesar 24 persen. Sementara itu, produksi TBS inti turun 14 persen yoy menjadi 589.000 ton terutama karena pengaruh cuaca yang tidak mendukung dan kegiatan replanting.
Seiring penurunan produksi TBS inti dan eksternal, total produksi CPO turun 18 persen yoy menjadi 142.000 ton. Sejalan dengan penurunan produksi, volume penjualan CPO turun 38 persen (yoy) menjadi 102.000 ton, dan volume penjualan produk PK turun 18 persen (yoy) menjadi 34.000 ton.
Rasio pengungkit neto (net gearing) Salim Ivomas pada 31 Maret 2022 turun menjadi 0,29 kali dibandingkan 0,35 kali pada 31 Desember 2021.